“Inilah jalanku: aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwah kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik” (Yusuf:108).

Jama'ah Penuh Berkah

Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah antara qiyadah dan jundiyah menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan.

Bekerja Untuk Ummat

Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (9:105)

Inilah Jalan Kami

Katakanlah: Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik. (12:108)

Yang Tegar Di Jalan Dakwah

Biduk kebersamaan kita terus berjalan. Dia telah menembus belukar, menaiki tebing, membelah laut. Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari tabiat jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tak pernah berhenti menyusurinya, mengikuti arus waktu yang juga tak pernah berhenti.

Kesungguhan Membangun Peradaban

Semua kesungguhan akan menjumpai hasilnya. Ini bukan kata mutiara, namun itulah kenyataannya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang diusahakan dengan sepenuh kesungguhan.

Kamis, 09 Februari 2012

30 NEGARA AKAN HADIRI KTT PERTAMA "SALAM WORLD" DI ISTANBUL TURKY

Pertemuan puncak pertama dari proyek "Salam World" akan berlangsung pada tanggal 13 Februari mendatang di kota Istanbul Turki.
Proyek situs Salam World dianggap sebagai situs jejaring sosial pertama murni Islam yang berbasiskan umat Islam, dan merupakan proyek teknis yang unik secara internasional serta mengadopsi prinsip-prinsip Islam. Selain itu, situs Salam World sendiri akan sangat ketat dalam hal-hal yang dianggap melanggar ajaran Islam.
Diharapkan situs jejaring sosial berbasis multikultural multibahasa ini, bisa memenuhi persyaratan untuk melakukan penyebaran pemikiran Islam dan warisan Islam di seluruh dunia, serta menjadi alat komunikasi di kalangan umat Islam.
Lebih dari 200 tokoh Islam dari lebih dari 30 negara akan berpartisipasi dalam KTT pembukaan Salam World di hadapan para pejabat pemerintah dan para tamu penting lainnya. Konferensi ini diharapkan akan diadakan setiap tahun dalam rangka menciptakan interaksi antara ilmuwan negara Islam dan pemimpin masyarakat Islam, selain pakar teknologi untuk mendukung proyek besar Islam.
Seperti yang diharapkan, situs "Salam World" (salamworld.com) akan resmi dilaunching Ramadhan tahun ini dalam 8 bahasa resmi, dan diharapkan mampu menargetkan 50 juta pengguna selama 3 tahun mendatang.(fq/iqraa)

10 SAHABAT NABI YANG DIJAMIN MASUK SURGA

“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang petama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dengan mereka dan mereka ridho kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.” (Qs At-Taubah : 100)
Berikut ini 10 orang sahabat Rasul yang dijamin masuk surga (Asratul Kiraam).
1. Abu Bakar Siddiq ra.
Beliau adalah khalifah pertama sesudah wafatnya Rasulullah Saw. Selain itu Abu bakar juga merupakan laki-laki pertama yang masuk Islam, pengorbanan dan keberanian beliau tercatat dalam sejarah, bahkan juga didalam Quran (Surah At-Taubah ayat ke-40) sebagaimana berikut : “Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang (Rasulullah dan Abu Bakar) ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya:”Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita”. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Abu Bakar Siddiq meninggal dalam umur 63 tahun, dari beliau diriwayatkan 142 hadiets.
2. Umar Bin Khatab ra.
Beliau adalah khalifah ke-dua sesudah Abu Bakar, dan termasuk salah seorang yang sangat dikasihi oleh Nabi Muhammad Saw semasa hidupnya. Sebelum memeluk Islam, Beliau merupakan musuh yang paling ditakuti oleh kaum Muslimin. Namun semenjak ia bersyahadat dihadapan Rasul (tahun keenam sesudah Muhammad diangkat sebagai Nabi Allah), ia menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan kaum Quraish terhadap diri Nabi dan sahabat. Dijaman kekhalifaannya, Islam berkembang seluas-luasnya dari Timur hingga ke Barat, kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditaklukkannya dalam waktu hanya satu tahun. Beliau meninggal dalam umur 64 tahun karena dibunuh, dikuburkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah dibekas rumah Aisyah yang sekarang terletak didalam masjid Nabawi di Madinah.
3. Usman Bin Affan ra.
Khalifah ketiga setelah wafatnya Umar, pada pemerintahannyalah seluruh tulisan-tulisan wahyu yang pernah dicatat oleh sahabat semasa Rasul hidup dikumpulkan, kemudian disusun menurut susunan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Saw sehingga menjadi sebuah kitab (suci) sebagaimana yang kita dapati sekarang. Beliau meninggal dalam umur 82 tahun (ada yang meriwayatkan 88 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.
4. Ali Bin Abi Thalib ra.
Merupakan khalifah keempat, beliau terkenal dengan siasat perang dan ilmu pengetahuan yang tinggi. Selain Umar bin Khatab, Ali bin Abi Thalib juga terkenal keberaniannya didalam peperangan. Beliau sudah mengikuti Rasulullah sejak kecil dan hidup bersama Beliau sampai Rasul diangkat menjadi Nabi hingga wafatnya. Ali Bin Abi Thalib meninggal dalam umur 64 tahun dan dikuburkan di Koufah, Irak sekarang.
5. Thalhah Bin Abdullah ra.
Masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Siddiq ra, selalu aktif disetiap peperangan selain Perang Badar. Didalam perang Uhud, beliaulah yang mempertahankan Rasulullah Saw sehingga terhindar dari mata pedang musuh, sehingga putus jari-jari beliau. Thalhah Bin Abdullah gugur dalam Perang Jamal dimasa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib dalam usia 64 tahun, dan dimakamkan di Basrah.
6. Zubair Bin Awaam
Memeluk Islam juga karena Abu Bakar Siddiq ra, ikut berhijrah sebanyak dua kali ke Habasyah dan mengikuti semua peperangan. Beliau pun gugur dalam perang Jamal dan dikuburkan di Basrah pada umur 64 tahun.
7. Sa’ad bin Abi Waqqas
Mengikuti Islam sejak umur 17 tahun dan mengikuti seluruh peperangan, pernah ditawan musuh lalu ditebus oleh Rasulullah dengan ke-2 ibu bapaknya sendiri sewaktu perang Uhud. Meninggal dalam usia 70 (ada yang meriwayatkan 82 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.
8. Sa’id Bin Zaid
Sudah Islam sejak kecilnya, mengikuti semua peperangan kecuali Perang Badar. Beliau bersama Thalhah Bin Abdullah pernah diperintahkan oleh rasul untuk memata-matai gerakan musuh (Quraish). Meninggal dalam usia 70 tahun dikuburkan di Baqi’.
9. Abdurrahman Bin Auf
Memeluk Islam sejak kecilnya melalui Abu Bakar Siddiq dan mengikuti semua peperangan bersama Rasul. Turut berhijrah ke Habasyah sebanyak 2 kali. Meninggal pada umur 72 tahun (ada yang meriwayatkan 75 tahun), dimakamkan di baqi’.
10. Abu Ubaidillah Bin Jarrah
Masuk Islam bersama Usman bin Math’uun, turut berhijrah ke Habasyah pada periode kedua dan mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah Saw. Meninggal pada tahun 18 H di urdun (Syam) karena penyakit pes, dan dimakamkan di Urdun yang sampai saat ini masih sering diziarahi oleh kaum Muslimin.

Sumber: http://www.dakwatuna.com

2 DOA + 1 KEJUJURAN = NIKAH PENUH BERKAH

Imam Ibnu Rajab dan lainnya menuturkan kisah unik berikut ini.
Sekali waktu pernah ada seorang laki-laki ahli ibadah di Mekkah, yang kehabisan bekal, sampai mengalami kelaparan yang dahsyat, bahkan hampir binasa karenanya. Dan saat menyusuri salah satu jalan di Kota Suci, dengan kondisinya yang memprihatinkan tersebut, tiba-tiba ia melihat sebuah kalung yang tampak sangat berharga tergeletak di jalan yang dilewatinya. Iapun memungutnya dan membawanya ke Masjidil Haram. Tak dinyana ternyata disana ia bertemu dengan seorang lelaki tua yang sedang mencari-cari kalung putrinya yang hilang. Ia berkata: Bapak tersebut lalu menyebutkan ciri-ciri kalung yang dicari-carinya itu, dan ternyata persis sesuai dengan yang kutemukan. Maka tanpa ragu akupun langsung menyerahkannya kepadanya. Dan tanpa mengambil imbalan apapun darinya. Hanya saja saat itu aku sempat berdoa: Ya Allah sesungguhnya aku telah melepaskan kalung ini (dengan menyerahkannya tanpa imbalan kepada pemiliknya) dengan ikhlas demi Engkau. Maka karuniakanlah kepadaku pengganti yang lebih baik!
Selanjutnya dikisahkan bahwa, sang lelaki saleh dan jujur tersebut kemudian ditaqdirkan ikut dalam sebuah pelayaran di laut lepas. Dan karena saat itu angin sedang kencang-kencangnya, maka badai dan ombak besarpun mengombang-ambingkan dan menggulung perahu yang ditumpanginya. Sampai akhirnya perahupun pecah dibuatnya. Namun Allah masih berkehendak untuk menyelamatkannya dengan perantaraan sebatang kayu dari pecahan perahu, yang lalu dinaikinya sambil berenang, sebelum akhirnya ia terdampar di pantai sebuah pulau. Ia naik ke daratan pulau terpencil tersebut. Ia berkata: Alhamdulillah ternyata aku langsung menemukan sebuah masjid disana. Aku masuk dan duduk di dalamnya, serta tentu saja lalu ikut shalat berjamaah bersama masyarakat di masjid itu. Kemudian seusai shalat, aku mendapati lembaran-lembaran mushaf Al-Qur’an. Aku mengambilnya dan membacanya. Sehingga para jamaahpun berkata kepadaku: Maukah Engkau mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak kami? Tentu saja aku terima tawaran mereka dengan senang hati. Akhirnya aku mengajari anak-anak mereka itu membaca Al-Qur’an dengan sedikit imbalan upah. Lalu ketika tahu bahwa aku juga bisa menulis khath dengan baik, merekapun memintaku untuk sekaligus mengajarkan tulis menulis khath kepada putra-putra mereka.
Dan yang benar-benar tak kuduga sama sekali sebelumnya adalah tawaran mereka berikutnya. Mereka berkata: Disini ada seorang gadis yatim, putri seorang lelaki saleh dan baik dari warga kami. Ayahnya telah wafat, sehingga sang gadis piatupun kini bak hidup sebatang kara. Maksud kami, bersediakah Engkau menikahinya? Dan untuk tawaran tak terduga yang satu ini bahkan hampir tanpa perfikir akupun langsung menyanggupinya seraya berkata: Ya baiklah, tidak apa-apa, saya bersedia. Dan singkat cerita, akupun kemudian menikah dengan sang gadis.
Dan sejurus saat pertama kali kami berkumpul bersama sebagai suami istri, aku sempat kaget demi melihat kalung yang kutemukan di Mekkah dulu itu ternyata melingkar indah di leher istriku. Aku bertanya: Bagaimana ceritanya? Maka istripun mennyampaikan kisah bahwa, kalungnya itu pernah sempat hilang di Mekkah, lalu ditemukan oleh seorang laki-laki baik hati dan jujur, yang menyerahkannya kembali kepada bapaknya. Istri juga bercerita dan berkata: Kala itu Bapak juga sempat berdoa kepada Allah agar dipertemukan lagi dengan lelaki penemu kalung tersebut, untuk dinikahkan dengan putrinya, yang tidak lain adalah aku. Disini sang suami serta merta menimpali: Dan tahukah kamu bahwa, lelaki itu tiada lain adalah aku sendiri..!
Subhanallah..!
Sumber:Status FB  Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri, MA

5 BUAH SEDEKAH YANG DIPETIK DI AKHIRAT

Saudaraku…
Sebelumnya telah kita ulas mengenai 5 buah sedekah yang sangat manis yang dapat kita petik di dunia. Lalu buah apa yang dapat kita petik di akherat dari benih sedekah yang kita tanam di dunia?.
Abu Laits As Samarkandi rahimahullah pernah berkata, “Sedangkan lima buah kebaikan sedekah yang dapat kita petik di akherat adalah:
• Sedekah sebagai payung pelindung dari teriknya api neraka.
• Ia dapat meringankan hisab.
• Memberatkan timbangan kebaikan.
• Sukses melewati sirath.
• Mengangkat derajat di surga.
Saudaraku….
Di musim kemarau saat suasana hari terasa terik, sinar matahari membakar kulit, maka yang biasa kita lakukan adalah berlindung di bawah payung, berteduh di bawah pohon yang rindang dan mencari ruangan ber-AC agar tubuh kita terasa sejuk dan segar.
Sedemikian besar harapan manusia untuk selalu mengecap ketenangan hidup. Suasana yang nyaman dan tenteram. Jauh dari suasana lembab dan berkeringat, pengap dan gerah di sepanjang hari. Baik itu di rumah tempat tinggal kita, kendaraan, tempat kerja dan seterusnya.
Namun pernahkah kita membayangkan, seberapa besar tensi panas api neraka yang disediakan Allah swt untuk membakar tubuh penghuni neraka?. “Api kalian (di dunia) ini, yang dipergunakan bani Adam (untuk keperluan sehari-hari) adalah sepertujuh puluh panasnya api di neraka Jahannam.” (muttafaq ‘alaih).
Wal ‘iyadzu billah, sedemikian panas api neraka itu. Padahal api di dunia mampu menghanguskan tubuh manusia beberapa menit lamanya. Apa jadinya tubuh manusia jika dibakar dengan api neraka di akherat kelak?.
Salah satu payung pelindung dan tempat berteduh dari sengatan api neraka itu adalah dengan memperbanyak sedekah. Dan sebaik-baik sedekah adalah yang kita keluarkan secara rahasia, tidak diketahui oleh orang lain. Orang yang mampu bersedekah seperti ini merupakan satu golongan dari tujuh golongan yang disebut Nabi saw; yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat. Di hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya.
Siapa di antara kita yang tidak ingin dimudahkan oleh-Nya pada hari perhitungan amal. Hitungan yang tepat tak pernah salah dan meleset. Audiet yang tak mengenal kompromi. Siapapun kita dan apapun jabatan kita. Yang menyelamatkan kita di hari itu hanyalah iman dan amal shalih. Di antara amal unggulan untuk meringankan hisab kita adalah sedekah.
Yang akan memberatkan timbangan kita nanti di yaumil mizan adalah amal-amal baik kita. Rasulullah pernah menyindir kita perihal orang yang memiliki tubuh yang besar dan gemuk, tapi setelah ditimbang di akherat ternyata beratnya tidak lebih dari sayap nyamuk. Sementara Abdullah bin Mas’ud ra yang bertubuh kurus kering, tapi kedua betisnya jika ditimbang lebih berat dari gunung Uhud.
Dengan memperbanyak sedekah insyaallah, timbangan amal kita menjadi lebih berat biidznillah.
Saudaraku…
Menjadi bagian iman kita kepada yang ghaib adalah bahwa kita sebagai seorang mukmin akan melalui Sirath, jembatan yang terbentang di atas neraka yang harus kita lalui menuju ke surga. Ada yang sukses melewatinya secepat kedipan mata. Ada yang melaluinya seperti angin kencang. Ada yang seperti kilat. Ada yang seumpama burung. Ada yang ibarat penunggang kuda, penunggang unta. Ada yang berjalan dengan merangkak dan ada yang terjatuh. Demikian Nabi saw memberi gambaran keadaan orang-orang mukmin ketika melewati Sirath.
Keselamatan dan kesuksesan melewati Sirath kelak di akherat sana menjadi permohonan kita semua. Mari kita buktikan kesungguhan do’a kita itu dengan memperbanyak sedekah.
Saudaraku…
Rasul bersabda, “Sesungguhnya surga itu ada 100 tingkatan. Jarak antara satu tingkat dengan tingkatan berikutnya seperti jarak antara langit dan bumi.” (shahih al jami’, syekh Al bani).
Masing-masing tingkatan memiliki keistimewaan tersendiri. Dan tingkatan tertinggi adalah surga Firdaus, yang di sana dihuni oleh para nabi dan rasul, orang-orang yang mati syahid, orang-orang yang jujur dan shalihin.
Tentu menjadi tetangga para nabi dan rasul serta para sahabat dan orang-orang yang menghuni surga Firdaus tidaklah mudah. Seperti disebutkan dalam syair, “Tidak sedikit mahar yang perlu dibayar. Tidak sedikit pedih yang ditagih.”
Salah satu mahar yang harus dibayarkan adalah sedekah. Karena dalam harta kita, dalam rezki kita ada hak orang-orang yang tak punya.
Saudaraku…
Jika sedemikian manis buah sedekah yang bisa kita petik di akherat, apakah kita masih enggan bersedekah? Wallahu a’lam bishawab.
Sumber:Status Ustadz Abu Ja’far
(http://www.facebook.com/profile.php?id=100000992948094)

5 BUAH SEDEKAH YANG BISA DIPETIK DI DUNIA

Saudaraku…
Salah satu nikmat besar pemberian-Nya yang wajib kita syukuri adalah dibukanya kran-kran rezki untuk kita. Ada yang mengucur deras dan ada pula yang kecil. Ada yang mengambil jatah rezkinya harian, pekanan, bulanan dan bahkan ada yang musiman. Walaupun kadar rezki kita berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Tapi Allah swt memberi kita kebutuhan sesuai dengan kadar rezkinya masing-masing.
Apa yang menjadi jatah rezki kita, pasti akan sampai kepada kita dengan cara dan jalan yang dikehendaki-Nya. Dan apa yang bukan menjadi jatah rezki kita, tak akan menyapa kita walapun kita mengejarnya dengan perasan keringat. Dan apa yang bukan jatah rezki kita, akan berpindah ke tangan orang lain walaupun telah berada di genggaman kita.
Prestasi dan kecerdasan kita, bukan jaminan keluasan rezki kita. Sebaliknya orang yang selalu tertinggal prestasinya di sekolah dulu, bisa jadi di lapangan rezki, ia lebih mudah dan luas dari yang lainnya.
Fakta berbicara, ada beberapa orang yang mengais rezki di satu perusahaan, satu kantor, institusi pemerintahan, kantor dakwah dan seterusnya, tapi income dan fasilitas yang disediakan juga berbeda-beda.
Namun yang harus kita yakini bahwa rezki yang telah sampai ke tangan kita, pada hakikatnya merupakan titipan Allah swt. Yang Dia bisa menambah, mengurangi atau mengambilkannya kapan Dia kehendaki. Untuk itu semestinya kita salurkan sesuai dengan aturan dan kehendak-Nya.
Ketika Ia meminta pinjaman yang baik (sedekah) kepada kita, maka tidak ada alasan bagi kita untuk menolaknya. Terlebih Dia akan mengembangkan harta kita di akherat sana, dengan kelipatan 700 % keuntungan dan bahkan kelipatan yang tak terhitung. “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir menumbuhkan seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (Al Baqarah: 261).
Adakah tawaran yang lebih baik dari itu jika kita menyimpan harta kita di bank-bank di dunia? Di bank konvensional sekalipun? Tentu tidak ada.
Saudaraku….
Abu Laits As Samarkandi rahimahullah pernah berkata, “Sisihkanlah dari hartamu untuk sedekah, sesuai kadar kemampuanmu banyak ataupun sedikit. Karena sedekah akan mendatangkan sepuluh perkara yang terpuji. Lima kebaikannya diraih di dunia dan lima sisanya dikecap di akherat.
Adapun lima buah kebaikan yang kita raih di dunia adalah:
• Mensucikan harta.
• Membersihkan dosa dan kesalahan.
• Menolak bala’ dan sakit.
• Mengalirkan kebahagiaan di hati orang-orang miskin.
• Mendatangkan keberkahan harta dan keluasan dalam rizki.
Saudaraku…
Barangkali ada harta yang kita peroleh dari jalan yang curang, bersumpah palsu dan seterusnya. Hal itu dapat kita sucikan dengan sedekah. Tentunya setelah kita bertaubat kepada Allah Swt.
Siapa yang tidak ingin dosa-dosa yang telah diperbuatnya terbakar dan hangus? Salah satu cara untuk menghapus dosa dan kesalahan kita di masa lalu adalah dengan sedekah. Dan tentunya tidak semua dosa dan kesalahan kita terhapus dengan sedekah. Sedekah hanya menghapus dosa-dosa kecil yang pernah kita ukir dalam hidup kita. Adapun dosa-dosa besar tak terlepas dari tubuh kita kecuali dengan taubat dan istighfar.
Nabi Saw bersabda, “Dan sedekah itu menghapus kesalahan seumpama air dapat memadamkan api.” (H.R; Tirmidzi).
Dengan demikian, dosa ibarat api yang membakar tubuh kita, sedangkan peredamnya adalah sedekah yang berfungsi sebagai air dingin yang mengguyur tubuh kita.
Sakit dan musibah, erat hubungannya dengan kebakhilan dan kekikiran diri kita. Semakin banyak kita sedekah, insyaallah sakit dan musibah akan menjauh dari kita. Bahkan ia dapat menjadi obat penyembuh sakit yang mendera kita. “Obatilah orang-orang sakit dari kalian dengan sedekah.” (dihasankan oleh syekh Al Bani dalam shahih al jami’).
Di antara bentuk musibah yang tidak ringan dirasa adalah belum hadirnya jodoh di samping kita. Bagi yang belum melepaskan masa lajangnya. Karena lautan teramat luas bila dilayari seorang diri. Hutan belantara dan alam ini teramat berat direntasi tanpa belahan hati yang menemani. Dan luka-luka di tubuh ini terasa begitu perih dirasa tanpa ada bidadari tempat kita berbagi.
Dengan sedekah, insyaallah jodoh akan mendekat dan tali pernikahan pun mudah kita ikat.
Dan bagi yang sudah berkeluarga, tapi belum dikaruniai buah hati juga merupakan ujian yang berat dirasa. Karena anak merupakan dambaan semua pasutri. Salah satu ikhtiyar yang kita lakukan untuk memancing kehadiran sang buah hati adalah dengan memperbanyak sedekah.
Mengalirkan kebahagiaan dan keceriaan di hati orang yang miskin, merupakan warna kebaikan yang paling disukai Allah Swt, sebagaimana sabdanya, “Amalan, yang paling disukai Allah adalah keceriaan yang engkau alirkan di hati seorang muslim.” H.R; Tirmidzi.
Orang yang berhutang budi, biasanya tanpa dimintapun ia akan mendo’akan orang yang berjasa dalam hidupnya dengan do’a-do’a yang baik. Terlebih do’a orang yang berkekurangan sangat dekat untuk dikabulkan.
Dengan sedekah harta kita menjadi bertambah kwantitasnya dan melahirkan keberkahan dalam hidup kita. “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya.” Saba’: 39.
Saudaraku…
Tiada sejarahnya, orang yang banyak sedekah lalu ia jatuh miskin. Tiada ceritanya orang yang banyak sedekah, hidupnya dililit masalah dan persoalan hidup. Kalaupun ada, barangkali itu sebagai ujian dari-Nya. Atau bisa jadi karena ia tidak ikhlas dan tulus dalam sedekahnya atau karena sebab lainnya.
Sudahkah kita sedekah hari ini? Wallahu a’lam bishawab.
Sumber:Status Ustadz Abu Ja’far
(http://www.facebook.com/profile.php?id=100000992948094)