“Inilah jalanku: aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwah kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik” (Yusuf:108).

Selasa, 03 April 2012

SIAPAKAH KHAIRAT SYATIR?CALON PRESIDEN DARI IKHWANUL MUSLIMIN

Akhirnya Jamaah Ikhwanul Muslimin secara resmi mengumumkan pencalonan Khairat Syatir sebagai calon resmi dari Jamaah tersebut untuk ikut bersaing dalam pemilihan presiden pertama pasca tergulingnya Husni Mubarak yang akan digelar pada bulan Mei depan.

Pengumuman resmi langsung disampaikan oleh Mursyid Am jamaah; DR. Muhamad Badi, pada Sabtu lalu (31/3). Beliau mengatakan  bahwa Majelis Syura jamaah dan Majelis Pimpinan Pusat Partai Huriya wal Adalah (FJP) telah menetapkan Khairat Syatir sebagai calon presiden untuk bersaing pada pemilihan presiden mendatang.

Pengumuman ini dengan sendirinya mengundang perhatian besar dari berbagai kalangan. Selain karena Jamaah Ikhwanul Muslimin melalui partainya Huriyah wal Adalah (FJP) merupakan pemilik mayoritas kursi di parlemen, juga karena jamaah ini pada awalnya menyatakan bahwa mereka tidak akan mengajukan calon presiden dari internal jamaah. Hal mana membuat salah seorang tokoh seniornya Abdul Munim Abu Fatuh mengambil inisiatif pribadi dan mencalonkan diri untuk kursi presiden dan kemudian berujung pada pemecatan dirinya sebagai anggota jamaah karena melanggar keputusan jamaah.

Di sisi lain, keputusan Jamaah Ikhwanul Muslimin ditanggapi berbagai pihak dengan kekhawatiran  akan terpecahnya suara bagi calon presiden dari aktifis Islam, mengingat hingga kini sudah beredar tiga nama dari kalangan Islam, yaitu Abdul Munim Abu Fatuh, Hazim Shalah Abu Ismail dan Muhamad Salim Al-Awa.

Jamaah Ikhwan sendiri berargumen dengan keputusannya ini sebagai respon atas dinamika politik setelah mereka menangkap adanya pihak-pihak yang tengah berupaya menghalangi terwujudnya tujuan-tujuan revolusi, khususnya ingin mengembalikan rezim lama dalam tampuk kekuasaan.  

Ketua FJP, Muhamad Mirsi, mengatakan, "Berbagai problem  yang kini sedan terjadi di  Mesir, ditambah lagi adanya calon presiden yang diusung berasal dari rezim lama, memberikan andil bagi lahirnya keputusan capres dari Jamaah Ikhwanul Muslimin."

Sebagaimana diketahi bahwa belakangan ini beredar isu kemungkinan masuknya Umar Sulaiman, mantan Direktur Intelijen pada masa rezim Husni Mubarak dan wakilnya menjelang kejatuhannya, dalam ajang pemilihan presiden berikut.  

Siapa Khairat Syatir?

Khairat Syatir, kelahiran tahun 1950 terakhir kali menjabat sebagai wakil pertama Mursyid Am Jamaah Ikhwanul Muslimin. Pada masa Mursyid Am Mahmud Akif, beliau menjabat sebagai wakil kedua Mursyid Am. Dikenal sebagai kader militan jamaah dengan berbagai spesialisasi keahlian. Dia memiliki berbagai ijazah keahlian, di antaranya insinyur, manajemen bisnis, sastra Arab dan kajian Islam. Tapi belakangan dia lebih dikenal sebagai ekonom Islam dan menduduki jabatan komsisaris di beperapa perusahaan dan perbankan.

Perjuangan beliau bersama Jamaah Ikhwan sudah tidak diragukan lagi. Keluar masuk penjara sejak rezim Jamal Abdun-Nashir hingga Husni Mubarak karena aktifitasnya dalam jamaah. Selama kekuasaan Husni Mubarak, beliau tercatat telah 5 kali dipenjara yang jika digabungkan keseluruhannya mencapai masa 12 tahun. Bahkan penunjukannya sebagai wakil pertama Mursyid Am DR. Muhamad Badi adalah saat beliau berada dalam penjara.

Aljazeera.net menganggapnya sebagai penggerak atau dinamo jamaah, beliau juga penanggung jawab atas pengembangan jamaah dan komunikasi dengan pihak-pihak asing yang ingin mengetahui sikap jamaah pasca revolusi, khususnya di bidang ekonomi.

Namun, diluar pro kontra yang ada, dukungan mulai mengalir deras kepada Khairat Syatir. Puluhan ribu pengunjung langsung mendaftar, beberapa saat setelah akun resminya facebooknya resmi dibuka. Beberapa pihak sudah mengisyaratkan untuk mempertimbangkan Syatir sebagai calon yang mereka dukung, Di antaranya dari Jamaah Islamiyah. Partai An-Nur salafi, hingga kini juga sedang menggodok nama-nama yang secara resmi akan mereka dukung, dan nama syatir masuk dalam bursa tersebut.

Nadir Bakar, juru bicara FJP mengatakan bahwa kini sedang diadakan pembicaraan dengan berbagai kekuatan Islam  untuk memunculkan calon yang menjadi representasi Islam, agar suara Islam tidak terpecah-pecah.

Yang menarik, Sarah, puteri Khairat Syatir di harian Al-Ahram, mengomentari pencalonan bapaknya dengan komentar pendek, "Allahumma'jurnaa fii mushibbatina…. Wa inaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'un…. (Semoga Allah memberi pahala atas musibah yang menimpa kami, inna lillahi wa inna ilaihi raajiiun..)

(ikhwanonline, Aljazeera.net/ak)

0 komentar:

Posting Komentar