“Inilah jalanku: aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwah kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik” (Yusuf:108).

Sabtu, 05 Mei 2012

3 MODEL SAHABAT YANG KITA RINDUKAN

Saudaraku…
Hidup kita menjadi berwarna, berseri dan berpelangi dengan hadirnya sahabat-sahabat yang tulus di tengah-tengah kita. Kita menjadi kuat dan semangat melanjutkan perjalanan menuju Allah Swt. Sebaliknya, sepinya sahabat di sekitar kita; hati terasa kering kerontang. Jiwa laksana disapa kemarau panjang. Awan mendung menaungi langit-langit hati. Dada terasa sempit. Keceriaan pun sirna dari wajah kita.
Adakah orang yang tidak membutuhkan kehadiran sahabat dalam merentasi kehidupan ini? Tentu tidak ada, itulah jawabannya, terkecuali orang yang sombong dan tak pernah mendengar suara hatinya. Baik itu dalam tataran hidup individu, maupun dalam ruang lingkup yang lebih luas lagi, yakni; masyarakat. Terlebih dalam mensukseskan sebuah misi perjuangan besar.
Sejarah telah mencatat bahwa para nabi dan rasul, yang senantiasa dalam bimbingan dan petunjuk-Nya juga dikelilingi oleh para sahabatnya yang setia. Musa as, membutuhkan kehadiran Harun as di sisinya yang memiliki kefasihan lisan. Isa as, memerlukan bantuan al hawariyyun, dalam memperjuangkan agama-Nya. Kesuksesan nabi Muhammad saw saat hijrah ke Madinah, tak luput dari peran besar Abu Bakar ra. Kemenangan rasul saw pada perang Badar dan peperangan-peperangan setelahnya, juga tak terlepas dari kontribusi raga, nyawa, harta dan yang lainnya dari kalangan Muhajirin dan Anshar serta sahabat lainnya.
Apatah lagi kita, yang bukan para nabi dan rasul. Yang selalu akrab dengan kekeliruan, keteledoran, kealpaan, kekhilafan, kekurangan dan kebuntuan. Tentu kita teramat merindukan ramainya sahabat di sekitar kita.
Pertanyaan yang muncul di benak kita adalah sahabat model apakah yang mampu mewujudkan mimpi dan harapan kita serta memberi makna dalam hidup kita?
Saudaraku..
Paling tidak ada 3 model sahabat yang disebutkan oleh syekh Musthafa Siba’i rahimahullah, yang akan mengalirkan faedah, menetaskan manfaat dan menjauhkan kita dari segala warna mara bahaya.
• Sahabat, tempat kita bercermin.
• Sahabat, tempat kita mengambil manfaat darinya.
• Sahabat, tempat kita bersandar.
Saudaraku..
Rasulullah saw menggambarkan dalam sabdanya, “Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya.” H.R; Thabrani.
Cermin dibutuhkan oleh siapapun. Tua atau muda. Laki-laki maupun perempuan. Kaya atau miskin. Konglomerat atau melarat (baca; kurang mampu). Orang yang tinggal di kota maupun pelosok desa. Pengusaha atau pedagang kaki lima. Presiden maupun pesinden. Wakil rakyat atau rakyat. Lelaki tampan atau tak berwajah rupawan. Berparas cantik maupun berpenampilan polos. Terlebih artis dan selebritis. Dan yang senada dengan itu. Artinya cermin menjadi kebutuhan semua orang dan kalangan.
Cermin mengajari kita arti sebuah kejujuran, obyektif dalam memberi penilaian. Dan darinya kita mengetahui kelebihan dan kekurangan kita. Dan dengannya kita dapat memperbaiki penampilan kita.
Berbahagialah kita yang memiliki sahabat seperti cermin. Yang jujur dalam berucap, memberi teguran, berbagi nasihat. Memberitahu kelebihan kita dan tak ragu membisiki kita perihal aib dan kelemahan yang harus kita perbaiki. Dengan kehadirannya di sisi kita, keindahan akhlak dan keluhuran pekerti terasa mudah tercipta di alam realita kehidupan kita.
Saudaraku..
Terasa indah hidup kita, jika kita mempunyai sahabat yang senantiasa menebarkan manfaat dan memberi warna kebaikan dalam kehidupan kita.
Kita belajar dari ilmu yang dimilikinya. Meneladani ibadah dan kekuatan infaqnya. Mencontoh kedekatan dan keakrabannya dengan para tetangga dan masyarakat di sekitarnya. Mengambil warna dari semangat menuntut ilmu dan dakwahnya. Mengikuti kewaraan dan kezuhudannya terhadap dunia. Mengaca pada pengorbanannya yang mengagumkan. Kita belajar menjadi seorang hamba akherat kepadanya dan seterusnya.
Saudaraku…
Sahabat tempat kita bersandar kepadanya, sebagai tumpuan harapan kita.
Saat kita terpuruk, ia mengembalikan semangat kita. Kala tertidur, ia yang membangunkan kita. Saat terlena, ia menyadarkan kita. Sewaktu terjatuh, ia yang membangkitkan kita. Kala terluka, ia yang membalut luka kita. Ketika sakit, ia yang mengobati kita. Saat lalai, ia yang mengingatkan kita. Kala sedih menyapa, ia yang menghibur kita. Saat kita menghadapi kesulitan, ia yang membantu kita. Kala diterpa permasalahan dan persoalan hidup, ia datang memberi solusi bagi kita. Dan begitu seterusnya.
Saudaraku..
Jika kita memiliki 3 model sahabat ini, jangan pernah kita menyia-nyiakan mereka. Kita penuhi hak-hak mereka. Karena jika tidak, kita akan ditinggalkan oleh mereka. Dan bisa jadi kita tak pernah lagi berjumpa dengan sahabat-sahabat terbaik seperti mereka.
Sudahkah kita mendapatkan 3 model sahabat yang kita rindukan?
Atau mari kita jujur pada nurani kita, adakah kita termasuk tiga model sahabat di atas? Wallahu a’lam bishawab.

Riyadh, 25 April 2012 M.
Sumber:Status Ustadz Abu Ja’far
(http://www.facebook.com/profile.php?id=100000992948094)

0 komentar:

Poskan Komentar